10 Kebiasaan Buruk Yg Dapat Merusak Sound System

10 Kebiasaan Buruk Yg Dapat Merusak Sound System
January 07, 2019 No comment

10 Kebiasaan Buruk Yg Dapat Merusak Sound System

10. Umpan balik feedback keras yg berulang
Jika kalian mengeluh “aduh” setelah mendengar sebuah pekikan umpan balik, besar kemungkinan kalau speaker kalian merasakan hal yg sama . Tetap memakai speaker yg sudah rusak akan memperparah kondisi ini.
9. Bi amplifikasi yg kurang tepat baik titik persilangan frekuensi yg terlalu rendah atau daya tweeter terlalu tinggi.
Selalu lakukan pemeriksaan spesifikasi speaker kalian untuk titik persilangan frekuensi yg terbaik ketika melakukan bi amaplifikasi.
8. Sound system tidak cukup besar untuk tingkat tekanan suara SPL atau area cakupan yg dibutuhkan.
Ketimbang memakai speaker dengan konsumsi daya yg lebih besar, kalian dapat menambahkan beberapa unit speaker dan saluran amplifikasi.
7. Mencakup acara pertunjukan outdoor dengan perlengkapan sound system indoor
Pertunjukan outdoor umumnya membutuhkan paling tidak 12dB (16 kali daya keluaran) yg lebih besar dari aplikasi sistem tata suara indoor, dan idealnya 20dB (100 x daya keluaran) untuk mendapatkan hasil yg tepat.
6. Penyelarasan EQ yg berlebihan
Pola EQ grafis “senyum” klasik yg banyak dipakai oleh pemula sebetulnya dapat menjadi miskonsepsi dan berpotensi merusak speaker kalian. Ingatlah selalu bahwa fungsi EQ dipakai untuk memotong, bukan untuk mendorong sinyal. Jika kalian membutuhkan lebih banyak frekuensi tinggi , maka turunkanlah kadar bass dan sebaliknya.
5. Salah kaprah dalampenggunaan fitur kompresi dan pembatas
Kompresi dan pembatasan sinyal suara yg berlebihan dapat melenyapkan nyawa dari musik dan sound system kalian!
4. Kekurangan ruang headroom amplifikasi
Jika sistem amplifikasi audio kalian memiliki daya yg sangat kecil (kekurangan headroom), kelebihan beban dapat terjadi , yg mana akan merusak sistem speaker kalian.
3. Peralihan transien tiba tiba disaat speaker sedang berbeban tinggi.
Transien suara adalah bunyi detup yg dikarenakan oleh penonaktifan daya dan disaat menghubungkan atau melepaskan unit mikrofon ,dll.
2. Beban sinyal puncak sebelum masuk ke sistem amplifikasi
Hal ini dikarenakan oleh distribusi sinyal yg kurang tepat, atau sebuah saluran level baris yg terlalu tinggi.
1. Tetap memakai speaker yg sudah rusak.
Kegagalan dalam memeriksa perangkat titik persilangan frekuensi setelah pemakaian yg salah secara berkelanjutan. Gunakan kuping kalian sebagai pemandu. Jika kalian mendengar adanya distorsi atau suara yg pecah dari masukan bersih, kemungkinan besar terjadi kerusakan.

Tagged :

Leave a Comment