5 Kesalahan Mixing Audio Pemula

5 Kesalahan Mixing Audio Pemula
April 22, 2021 No comment

Memulai karir sebagai seorang insinyur pencampuran audio atau yg kerennya disebut dengan mix engineer bisa jadi menakutkan bagi sebagian orang ( apalagi pemula yang sama sekali awam ), dan jalan menuju sukses dalam mencapai kelulusan di sekolah rekaman audio dan pembelajaran seperti program kursus sound system seringkali datang dari pengalaman yang sangat banyak.

Untuk memandu kalian mendapatkan hasil yang lebih baik, berikut beberapa kesalahan paling umum yang kerap dilakukan insinyur pencampuran audio pemula :

  1. Campuran audio yang terlalu kencang.

Diatas 90 dB ( decibel ), kedua telinga kalian akan mulai mengompres sebagai mekanisme perlindungan ottomatis. Ini artinya bahwa campuran audio ygg dibuat diatas 90 dB, ketika didengarkan dibawah 80 dB akan memunculkan masalah dengan instrumen suara tertentu yanag menonjol dan insttrumen yg lainnya menjadi tersembunyi. Dengan kata lain, ini adalah campuran audio yang buruk, namun kalian tidak bisa mendengarnya ketika membuatnya. Sebagai tambahan, kurva loudness dari respon frekuensi Fletcher Munson menunjukkan kalau campuran audio yang dibuat diatas 90 dB akan terdengar tumpul ketika didengar dibawah 80 dB.

Selain itu, kebanyakan speaker monitor performanya mulai menurun mulai beberapa dB dibawah 90 dB SPL. Resonansi kabinet menjadi lebih semakin terdengar, titik persilangan mencapai batasnya pada sistem pasif dan power amplifier internal dari speaker mulai berdistorsi dan terkompres pada sistem aktif. Banyak speaker monitor berukuran kecil bahkan memiliki sistem proteksi terpasang didalamnya yang semakin mengompres campuran, membuat bingung pendengaran insinyur akan campuran mereka. Lalu mereka akan mendengarkannya pada level yang lebih rendah lagi, dan ada banyak suara gitar dan snare drum yg terlalu menonjol disana sini.

Lalu ada faktor ruangan juga. Mencampur audio terlalu kencang dapat memperburuk efek dari penempatan posisi speaker yang kurang baik dan merangsang resonansi modal didalam sebuah ruangan contohnya kamar tidur dan mendistorsi respon frekuensi dari speaker pengeras suara. Mencampur audio pada tingkat volume rendah juga membutuhkan perhatian yang besar terhadap detail , sesuatu yang seringkali sangat berguna.

  1. Tidak menggunakan campuran acuan.

Campuran acuan sebagai referensi dapat menjadi pedang bermata dua. Disatu sisi, kita perlu mendengarkan materi dasar acuan untuk menentukan frekuensi dan keseimbangan dinamika yang ingin didengar oleh klien dalam campuran mereka. Disatu sisi lain, perilirsan komersial telah di “master” pada fasilitas pemasteran professional dan rekaman rekaman saat ini juga mungkin telah kehilangan kurang dari satu inci dinamika asli mereka.

Jadi, ini sangat penting untuk memiliki campuran referensi untuk menentukan keseimbangan frekuensi , namun mencoba menyamakan tingkat volume dari hasil rekaman master saat saat ini hanya akan membuat kalian frustasi dan berpotensial terhadap para pemula untuk berlebihan mengompres campuran mereka dan mengacaukan segalanya.

  1. Campuran politis.

Campuran politis adalah satu dimana keseimbangan instrumen merefleksikan dinamika politik dari para anggota band atau sebuah usaha untuk menjamin semua instrumen terdengar kencang karena mereka membantu membayar sesi rekaman band. Ewww….

Harusnya hanya ada satu prinsip saja yang memandu pembuatan sebuah campuran yakni apa yang terdengar paling enak. Ada saatnya didalam campuran dimana suara keyboard harus lebih kencang dan disaat yang lainnya suara vokal penyanyi harus lebih kencang lalu disaat yang lainnya suara gitar yang paling kencang. Biarkan materi lagu yang menuntun campuran kalian.

  1. Manajemen pencampuran yang buruk.

Ini seringkali terjadi. Seorang insinyur pencampuran rekaman audio memulai campurannya dengan trek drum dan ketika dia menambahkan gitar bass, levelnya ada pada 0 VU. Lalu dia menambahkan instrumen sisanya dan level pencampurannya menjadi diluar kontrol. Langkah selanjutnya adalah mencoba menurunkan semua instrumen semua instrumen ke level yang sama yang tidak akan pernah bisa tercapai sepenuhnya, dan dia kembali mengulang semuanya. Kesalahan lainnya adalah terus menurunkan master fader yang berujung mengkompromikan rasio sinyal berbanding noise dan karakter distorsi dari campuran.

Jadi berikut adalah jawabannya. Kembalikan bass drum pada posisi -5 dB pada pemeteran VU dan lalu tetapkan level speaker monitor kalian disekitar 80 db SPL. Jangan pernah merubah volume speaker setelahnya untuk menjaga level referensi yang konsisten. Lalu taruh semua instrumen musik kedalam campuran sesuai selera. Bahkan jika kalian adalah seorang insinyur pencampuran pemula , hasil campuran kalian akan berada pada rentang 0 VU sampai +1 DB, tepat seperti keinginan kalian. Tidak perlu ada pengulangan.

  1. Terlalu banyak reverb.

Para mix engineer pemula umumnya menyukai efek. Jadi mereka menerapkan reverb kepada segalanya, Mencoba membuat campuran mereka terdengar kolosal. Namun, campuran audio memerlukan perspektif depan belakang serta kiri dan kanan untuk menciptakan sebuah sensasi memuaskan akan ruang. Jika semua suara diberi reverb, maka perspektif depan dan belakang akan hilang. Jadi cobalah untuk memvisualisasikan band kalian ada pada panggung pertunjukan live dan pastikan kalau ada elemen kiri, kanan, depan dan belakang serta elemen reverb yang bergema.

Dan satu lagi, menambahkan reverb untuk suara vokal yang jelek tidak serta merta akan membuatnya menjadi bagus!

Tagged :

Leave a Comment