Belajar Setting Sound System : Kompresor Audio

Belajar Setting Sound System : Kompresor Audio
September 07, 2015 No comment

Belajar Setting Sound System : Kompresor Audio

Apa itu kompresor audio dan apa fungsinya?

Fungsi kompresi audio itu seperti jari yg berada pada fader mixer. Jika level audio terlalu kencang maka kompresor akan menurunkan levelnya.Sebaliknya jika suara terlalu tipis ,kompresor akan bekerja menaikkan levelnya.

Mari kita ulas beberapa fungsi kontrol dari kompresor audio :

Threshold berfungsi memberi perintah kepada kompresor, kapan harus mulai bekerja.Dalam hal ini berapa nilai level db sebelum kompresor memulai tugasnya. Artinya, jika kamu mengaturnya pada level -6 dB, maka ketika tingkat volume dari sebuah instrumen mencapai -6 dB, sinyal tersebut akan mulai dikompres oleh alat ini.

Ratio bekerja bersama fungsi threshold. Ratio adalah jumlah sinyal audio yg diloloskan keatas nilai threshold. Contohnya, jika pengaturan ratio kamu adalah 2:1 dengan threshold -6 dB maka ketika sinyal audio naik sampai ke level -6 dB, kompresor hanya akan meloloskan 1/2 dari sinyal yg asli diatas nilai threshold.

Jika ratio berada pada posisi 4:1, maka hanya sebanyak 1/4 dari sinyal yg akan diloloskan begitu juga 6:1 dan seterusnya. Jika kompresor diatur ke modus infinity, maka fitur ratio berubah menjadi semacam limiter dan tidak akan memperboloehkan sinyal apapun melewati batas threshold. Coba kamu perhatikan tabel rasio kompresi berikut ini :

Belajar-Setting-Sound-Syste

Attack berfungsi memberi perintah seberapa cepat atau lambat kompresi mulai bekerja disaat sinyal audio menyentuh batas threshold. Fungso ini berguna jika kamu ingin menjaga kadar “punch” dan dinamika dari sebuah sinyal, namum tetap ingin mengontrol kadar volumenya.

Katakanlah kamu punya saluran kick drum yg ingin kamu ambil bagian awal tendangannya.Kamu bisa mengatur nilai attack untuk mulai bekerja sesaat setelah tendangannya masuk, dan berikan kompresi dari sana. Ini akan membuat pukulan awal dari bass drum lewat tanpa kompresi dan mulai dikompres pada rentang waktu attack yg telah kamu atur.

Contohnya, jika kamu mengatur fungsi attack pada nilai 20 ms (milliseconds), kompresor akan menunggu selama jeda waktu 20 ms setelah sinyal mencapai nilai batas threshold, dan setelah itu kompresi akan mulai masuk.

Release  berfungsi mengatur seberapa cepat atau lambat dari fungsi kompresor mengakhiri kompresi setelah tidak lagi berada pada nilai threshold. Jadi jika kamu meletakkan nilai release pada 150 ms, artinya kompresi akan berakhir atau dilepas “release” 150 ms setelah sinyal dibawah batas threshold.

Output Gain atau Volume ,ada beberapa sebutan untuk fungsi ini disetiap perangkat kompresor yg berbeda, namun semua memiliki peran yg sama. Mari kita coba pada kick drum lagi. Mendongrak output gain akan menaikkan level suara rendah dan membuatnya lebih jelas didengar atau audibel, sementara threshold akan menjaga suara yg berlebihan tetap terkompres. Ini membuat level output dari sinyal lebih konsisten dan rata.

Umumnya ,keran gain dibuka dengan kadar yg sama dengan nilai decibel yg dikompres. Jadi ,jika meter dari reduksi gain kompresor menunjukkan angka -3 dB,kamu dapat menyesuaikan bukaan gain untuk menambah nilai output sebesar 3 dB.

Kompresor-Audio-dbx-

Knee adalah fitur yg hanya dimiliki oleh beberapa model kompresor yg beredar dipasaran. Fitur knee mengatur seberapa keras dan empuknya kompresor bekerja. Di sebut “knee” karena bentuk dari sinyal yg melewati proses kompresi terlihat seperti tekukan lutut.

Knee keras tipikal digunakan pada instrumen bass seperti sebuah kick drum atau gitas bass,sedangkan knee empuk cocok untuk vokal, alat berdawai atau cymbal. Semakin rendah  spektrum frekuensi sebuah instrumen maka knee akan diset lebih keras.

Semakin empuk knee, semakin bertahap proses kompresi sinyal instrumen ketika masuk kedalam threshold, dimana dengan knee keras, sinyal tidak terkompres secara bertahap melainkan langsung dikompres penuh.

Kompresi Otomatis , kebanyakan namun tidak semua kompresor audio memiliki fungsi ini. Seperti sebutannya , fitur ini mengatur waktu attack dan rilis sesuai dengan sumber materi yg terbaca oleh algoritme. Ini adalah fungsi yg cukup ringkas jika kamu adalah soundman pemula dan tidak yakin mengenai teori waktu attack dan rilis.Namun perlu dicatat , fungsi ini dapat merugikan ketimbang menghasilkan suara yg lebih baik dalam beberapa materi. Beberapa kompresor audio memiliki tombol otomatis untuk waktu rilis saja . dbx 160sl adalah salah satu kompresor dengan fungsi Otomatis.

Panduan pengguna bagi pemula :

  • Waktu attack “ajaib” adalah 12 ms. Nilai ini bekerja untuk beberapa jenis alat musik dalam rentang frekuensi rentang tengah dan tinggi.
  • Ketika mulai belajar menggunakan ompresor, atur threshold dimana kamu hanya mengompres 3-4 dB pada meter reduksi gain.
  • Untuk intrumen bass seperti gitar bass elektrik dan kick drum, gunakan ratio yg lebih tinggi ,contohnya 6:1 atau 20:1 sampai Infinity tergantung pada pemainnya dan apa yg kamu ingin dapatkan.
  • Ratio yg lebih rendah untuk intrumen dengan frekuensi tengah dan tinggi dapat menggunakan modus 2:1 sampai 4:1
  • Sewaktu mengompres alat musik berdawai seperti biola, cello dll , gunakan ratio yg lebih rendah untuk respon yg lebih “transparan”.
  • Semakin cepat waktu rilis, semakin sedikit potongan suara terkompres yg terdengar ,artinya suara di “remas” dari sebuah kompresor.
  • Limiter berguna untuk instrumen dan subgrup.
  • Ketika kamu mengeset ratio sampai masksimal ,contohnya 20:1, kamu sebenarnya telah membuat sebuah limiter atau pembatas.
  • Membuka output gain dengan kadar dB yg sama dengan nilai kompresi. Contohnya, jika kamu melakukan kompresi sebesar -4 dB, maka bukalah gain output dalam nilai yg sama.
  • Semakin lambat waktu attack time, semakin banyak suara “pukulan” awal atau “pluck” yg akan kamu dapatkan dari instrumen yg kamu kerjakan.
  • Untuk tendangan kick yg lebih nonjok, aturlah nilai attack ke 15 ms sampai 20 ms. Ini akan membuat suara awal dri tendangan lebih keluar.

Panduan umum waktu ratio :

  • Kompresor-AudioKick Drum : 6:1 untuk musik rock, 3:1 sampai 4:1 untuk genre jazz atau country.
  • Snare Drum : 2.5:1 sampai 4:1 untuk musik rock, 2:1 sampai 3:1 untuk musik yg lebih kalem.
  • Toms : 3:1 sampai 4:1
  • Overheads : 2:1 sampai 3:1 ,baiknya gunakan kompresi seminimal mungkin pada bagian ini.
  • Perkusi : 2.5:1 sampai 4:1
  • Gitar Bass : 4:1 sampai 20:1 (Infinity) , tergantung apa yg kamu coba dapatkan dan seberapa konsisten permainan dari musisi.
  • Keyboard : 2:1 sampai 4:1
  • Piano Akustik : sama seperti keyboard hanya saja lebih berhati hati.
  • Gitar Elektrik : 2:1 sampai 4:1
  • Gitar Akustik : 2:1 sampai 4:1
  • Vokal Rock : 2.5:1 sampai 6:1
  • Alat Musik Dawai  (biola ,cello dll ) : 2:1 sampai 4:1
  • Harmonika : 2:1 sampai 4:1

Catatan penting untuk Belajar Setting Sound System : Kompresor Audio .Ketika kamu pertama kali belajar , baiknya coba bermain di sekitar area setting ratio yg lebih rendah dulu, gunakan kompresi sebanyak 3 sampai 4 dB. Jika kompresor kalian memiliki tombol modus “Auto” , tidak ada salahnya kalian gunakan sampai kalian mengerti benar tentang cara mengatur waktu attack dan rilis. Jika ksalah satu dari kamu memiliki kompresor dengan merk dbx , coba gunakan fungsi “Overeasy” untuk kompresi yg lebih “halus”, kecuali untuk instrumen bass atau sejenisnya.

Tagged : , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Comment