Meluruskan 3 Miskonsepsi Kompresi Audio

Meluruskan 3 Miskonsepsi Kompresi Audio
July 09, 2020 No comment

Kali ini, kita akan mencoba Meluruskan 3 Miskonsepsi Kompresi Audio. Bahkan istilahnya sendiri kadang bisa merepotkan. Dalam konteks sound system live, kompresi merujuk kepada sebuah jenis pemrosesan dinamika yg berperan untuk mengurangi rentang dinamika dari sinyal audio, pada dasarnya, mengurangi perbedaan antara bagian yg kencang dan bagian suara yg pelan.

Namun, dalam aplikasi perekaman suara dan penyiaran dari industri pro audio, terdapat sebuah jenis kompresi yg lain yakni kompresi nilai data, yg berfungsi mengurangi jumlah bandwidth atau ruang yg dibutuhkan untuk mengirim atau menyimpan sebuah sinyal (seperti mp3 contohnya). Jangan bingung antara keduanya, karena keduanya sangat berbeda secara konsep.

  1. Kompresi membuat suara lebih kencang.

Yang satu ini berhubungan erat dengan pernyataan lainnya yg sering dibuat tentang kompresi : meningkatkan suara dalam sebuah sinyal. Secara toeri, hal ini tidak tepat , namun secara praktek seringkali betul. Kebanyakan kompresi yg dipakai dalam aplikasi sound system live adalah kompresi  kebawah yg artinya ketika level sebuah sinyal audio melampaui tingkat threshold, dorongan gain akan diredam sementara. Ketika level sinyal dibawah garis threshold, sinyal tidak akan terpengaruh. Jadi proses kompresi ini sendiri hanya mengurangi gain , bukan menaikkannya.

Namun, dengan meredam level puncak dari sebuah sinyal, level rata rata juga ikut turun, jadi seringkali suaranya menjadi lebih pelan. Untuk mengatasi hal ini, semua perangkat kompresor menyertakan sebuah pengaturan Makeup Gain untuk mengembalikan level yg hilang. Pengaturannya adalah sebuah tahapan gain yg sederhana, meningkatkan level sinyal sebagai satu kesatuan, jadi keseluruhan sinyal akan naik, termasuk semua suara yg sudah ada.

  1. Kompresi membuat suara lebih nendang.

Kecuali kita menghadapi sesuatu yg eksotis, kompresi berfungsi dengan meredam level puncak dari sinyal. Ini dapat membuat sebuah sensasi nendang atau memperkaya ketika digunakan secara sederhana, namun kompresi yg berlebihan dapat menghilangkan “nyawa”dari sebuah sinyal, selagi level puncak yg diredam berlebihan dapat membuat suara menjadi tumpul dan kurang hidup. Jika sebuah campuran audio kurang berdampak, atau suara drum dirasa kurang “keras” , solusinya mungkin adalah mengurangi kadar kompresi , bukan ditambah.

Kompresi yg diterapkan secara mumpuni dapat menonjolkan suara ghost note dari sebuah snare drum  dan suara “mikrodinamika” lainnya yg ada didalam penampilan musikal, tapi jangan sampai berlebihan. Jarang terdengar kalau sebuah campuran audio hancur karena terlalu sedikit kompresi yg diterapkan, sebaliknya kalau terlalu banyak akan… 😀

  1. Kompresi bus campuran dapat melindungi sound system.

Hmmm… sebenarnya enggak. Ini adalah topik yg rumit, namun pada dasarnya dua penyebab kerusakan sound system adalah karena “dipaksa” dan kepanasan.

Ekskursi berlebihan adalah kejadian dimana diafragman dari sebuah speaker “dipaksa” bergerak terlalu  jauh dari jalurnya. Kalian pasti cukup sering mendengar suara “pop” dan “dentuman” yg kencang disaat seseorang mencolokkan sebuah mikrofon ke saluran terbuka atau menyalakan daya phantom. Itulah suara dari diafragma speaker yg sedang “dipaksa”. Hal ini terjadi terlalu cepat bagi kompresor untuk dapat mencegahnya.

Masalah panas muncul ketika komponen penggerak melewati arus besar terlalu lama, jadi sebuah pembatas RMS umumnya diterapkan untuk tetap mengawasinya. Kompresor meredam suara perpindahan transien, yg artinya faktor puncak sinyal juga turut diredam. Ini menghasilkan sebuah bentuk gelombang suara yg lebih “padat” yg memiliki “area dibawah kurva” yg lebih luas dan menyalurkan lebih banyak daya ke elemen kumparan koil suara dari speaker.

Kumparan koil suara memanas dan tahanannya meningkat, melewatkan arus amplifikasi yg lebih sedikit. Ini menyebabkan hilangnya dampak yg dirasakan karena berkurangnya transien didalam sinyal. Hal ini disebut dengan kompresi daya atau kompresi termal.

Singkat kata, kompresi bus campuran tidak akan melindungi sound system kalian, dan bisa jadi malah menambahkan tekanan.

Sekian dulu bahasan artikel Meluruskan 3 Miskonsepsi Kompresi Audio kita kali ini. Semoga ilmu ilmu sound system yg susah payah kita rangkum dapat memperluas pengetahuan kalian. Silahkan memberikan saran dan kritik dikolom komentar, jangan lupa like dan bagikan artikel ini ke rekan rekan sejawat kalian. Salam

Tagged : , ,

Leave a Comment