Memahami dan Mengatasi Permasalahan Fase Sound System

Memahami dan Mengatasi Permasalahan Fase Sound System
August 24, 2020 No comment

Pernahkah kalian merasa suara yang keluar dari sound system kalian terdengar “agak ngaco” tapi kalian tidak begitu yakin penyebabnya apa. Hal ini bisa jadi dikarenakan oleh masalah pembatalan fase atau phase cancellation dalam bahasa Inggrisnya, sebuah fenomena yang dapat menyebabkan beberapa frekuensi tertentu hilang dari hasil campuran audio kalian. Artikel ini akan sedikit banyak membantu kalian dalam memahami apa itu fase, kenapa fase itu penting dan apa yang terjadi jika salah dalam penerapannya.

Tujuan dari tulisan ini adalah menyediakan dasar dasar subjek gelombang suara dan pembatalan fase, dan bagaimana masalah ini mempengaruhi hasil keluaran suara dari sound system kalian. Sebagai pelajaran yang komprehensif untuk ilmu fisika dari gelombang suara, namun dirancang untuk membantu para pemula guna menghindari masalah masalah umum yang disebabkan oleh penempatan mikrofon yang kurang tepat, polaritas terbalik dan yang lainnya.

Hukum Fisika

Sederhananya, fase merujuk kepada gelombang suara yang bergetar diudara. Ketika kita mendengar suara, yang kita dengar sebenarnya adalah perubahan tekanan udara. Sama seperti suara gemericik batu yang jatuh diatas air, suara tercipta dari pergerakan udara. Dan sama seperti rintikan air , gelombang suara terdiri dari puncak dan turunan. Gelombang naik turun tersebut menyebabkan gendang telinga kita bergetar dan otak kita menerjemahkannya menjadi suara.

Sebuah sumber suara menciptakan gelombang suara dengan menggerakkan udara disekitarnya kesegala arah.

Ketika merekam suara, diafragma didalam mikrofon kita pada dasarnya mereplikasi fungsi dari gendang telinga kita, bergetar sesuai dengan gelombang tersebut. Puncak gelombang tersebut membuat diafragma mic bergerak kesatu arah sementara gelombang turunan menciptakan gerakan kearah yang sebaliknya.

Fase gelombang suara menjadi masalah ketika lebih dari satu saluran dipakai untuk merekam satu sumber suara, seperti menodong sebuah gitar secara stereo, menangkap suara drum menggunakan beberapa unit mic, atau menggunakan sebuah kombinasi mikrofon dan DI untuk gitar bass. Merekam dengan cara “mono overdub” mencegah masalah ini, namun suara yang dihasilkan kurang akan dinamika citra bidang stereo. Faktanya, masalah seringkali muncul ketika merubah trek stereo menjadi mono.

Contoh gambar pertama menunjukkan apa yang terjadi ketika kita mempunyai dua sinyal audio dalam fase yang sama satu sama lain. Ketika kedua saluran dalam fase yang sama, kita akan mendengar suara dengan level amplitudo yang sama pada waktu yang sama juga di kedua telinga kita.

dk-phase-2

Contoh 1 : saluran kiri dan kanan didalam fase yang sama.

Namun jika salah satu dari saluran sinyal stereo terbalik seperti yg terlihat pada gambar kedua, sinyal akan saling membatalkan satu sama lain, jika kita menggunakan gelombang sinus murni, mengkombinasikan kedua sinyal yang keluar dari fase akan menghasilkan suara nihil ( senyap ) sejak kedua suara akan saling membatalkan.

dk-phase-3

Conth ke 2 : saluran kiri dan kanan keluar dari fase.

Pada dunia nyata, normalnya kita tidak mendengarkan gelombang sinus murni. Musik yang kita dengarkan dan alat musik yang kita rekam adalah sebuah kombinasi kompleks dari beragam gelombang suara dan harmonik, jadi hasil dari pembatalan fase akan menjadi sama rumitnya.

Untuk Para Pendengar

Bagi para pendengar umumnya, pembatalan fase dapat terjadi karena perkabelan speaker yang kurang tepat, yang akan membalik polaritas dari salah satu saluran. Cukup banyak studio musik yang sistem speaker monitornya memiliki masalah fase ini.

Dalam beberapa kasus, bahkan harus didengarkan secara sangat teliti untuk melihat masalah ini. Walaupun umumnya disebut dengan “perkabelan yang keluar dari fase,” secara teknis ini adalah masalah polaritas atau kutub. Yang artinya, efek yang dihasilkan dari pembalikan kutub polaritas sama dengan efek pembatalan fase.

Cara yang paling mudah adalah mengecek hal ini adalah dengan menguji speaker monitor kalian dengan sinyal campuran yang telah dijumlahkan menjadi mono. Banyak dari konsol mixer audio memungkinkan kalian untuk melakukan hal ini dengan sekali kluk atau menekan sebuah tombol. Namun sebenarnya kalian juga dapat mendengar ciri ciri masalah keluar dari fase ini secara stereo.

Bagaimana ciri ciri suara yang fasenya bermasalah? .Pembatalan fase paling terdengar pada suara frekuensi rendah, sebuah speaker monitor yang keluar dari fase akan terdengar tipis dengan kadar bass yang rendah atau tidak ada bass sama sekali. Kemungkinan lainnya adalah suara tandangan bass drum atau gitar bass yang kurang fokus. Contohnya, sebuah suara bass drum akan terdengar berpindah pindah didalam campuran yang harusnya duduk disatu titik.

Ciri ciri lainnya adalah ketika sinyal sinyal di pan ketengah lalu suaranya malah menghilang, sementara suara suara yang di pan mentok ke kiri atau kanan tetap terdengar. Seringkalinya kejadian seperti ini terjadi pada bagian suara vokal atau instrumen solo, bagian utamanya akan menghilang dan hanya menyisakan suara reverb. Faktanya, ini adalah cara kerja dari sebuah sistem karaoke dalam menghilangkan bagian suara vokal penyanyi , mereka membalik fase dari salah satu sisi campuran stereo, dengan asumsi kalau kebanyakan dari hasil rekaman suara vokal penyanyi utama ada di posisi tengah.

Kenyataan

Masalah fase suara jauh lebih rumit lagi didalam situasi perekaman suara. Dalam kebanyakan rekaman, kita akan berhadapan dengan berbagai jenis alat musik dan mikrofon.

Selagi gelombang suara dari berbagai frekuensi yang berbeda ditangkap oleh berbagai jenis mikrofon pada saat yang sama, kemungkinan diafragma dari salah satu mikrofon menerima fase positif sedangkan yang lainnya menangkap suara dengan fase negatif menjadi lebih besar, dan hubungan antara semuanya dalam fase gelombang suara yang berbeda bisa sangat tidak terduga. Semakin banyak mic yang dipakai, masalah fase menjadi semakin tidak terelakkan.

Mengatasi Masalah Fase

Jadi bagaimana cara mengatasi permasalahan fase suara? Sama seperti permasalahan lainnya yang berkaitan dengan sound system, jawabannya adalah tergantung. Dengan berasumsi bahwa kalian sudah menemukan masalah fase didalam sebuah proses perekaman, cara mengatasinya semudah memindahkan posisi mikrofon atau membalik fasenya lewat saluran masukan.

Kesimpulan

Sampai disini sebenarnya kita baru menyentuh permukaannya saja, namun yang perlu digaris bawahi adalah masalah fase suara adalah fakta yang tidak dapat kalian hindari. Aturan pertama adalah menemukan sumber masalahnya terlebih dahulu. Kebanyakan masalah fase tidak dapat didengar secara stereo, dan hanya muncul ketika kalian menjumlahkan campuran audio kalian menjadi satu channel.

Inilah mengapa sangat penting untuk kalian mengecek saluran saluran kalian satu persatu secara mono dari awal. Jangan menunggu sampai semua instrumen siap baru menjumlahkannya menjadi mono. Cek trek trek dasar terlebih dahulu, seperti drum dan bass. Dan cek kembali setiap kali instrumen ditambahkan, atau merubah parameter penyelarasan EQ atau menambahkan efek reverb.

Semakin awal kalian menemukan permasalahan fase, semakin mudah kalian dapat mengatasinya. Salam

Tagged : , , ,

Leave a Comment