Teknik Menyelaraskan Sistem Pemrosesan DSP Untuk Mendapatkan Karakter Asli Sound System

Teknik Menyelaraskan Sistem Pemrosesan DSP Untuk Mendapatkan Karakter Asli Sound System
July 06, 2020 No comment

Halo guys, sudah cukup lama sejak terakhir kita membahas ilmu ilmu audio yg harapannya meningkatkan pemahaman kalian dalam industri sound system tanah air. Kali ini kita akan sedikit membahas topik Teknik Menyelaraskan Sistem Pemrosesan DSP Untuk Mendapatkan Karakter Asli Sound System. Semoga pembahasan kali ini dapat memberi sedikit tambahan ilmu untuk kalian dalam mempersiapkan sistem tata suara yg mumpuni sesuai dengan karakter asli dari setiap produk sistem speaker pada saat mereka dibangun . kuyy

Sementara para operator sound system banyak terbantu oleh manfaat manfaat dari fungsi pemrosesan sinyal audio digital DSP, sangat penting untuk memahami bagaimana fungsi perangkat ini dalam interaksinya dengan perangkat sistem tata suara khususnya speaker.

Ada banyak sebab dan efek yg kadang terlepas dari perhatian, sehingga menghasilkan kinerja sistem tata suara yg kurang optimum, dan tidak jarang membuat operator garuk garuk kepala karena kebingungan.

Salah satu aspek penting yg seringkali terabaikan adalah cara menggunakan fungsi DSP untuk menggerakkan sistem speaker dengan pengaturan yg direkomendasikan pabrikan.

Spesifiknya, sangat penting untuk hasil analiasa transfer function ( magnitude dan respon fase versus frekuensi suara) dari setiap keluaran pemrosesan DSP sesuai dengan spesifikasi data transfer function dari pabrikan.

Dengan hanya menyamakan nilai nilai parameter pada bagian panel depan tidaklah cukup. Alasannya adalah perangkat pengolahan sinyal suara DSP dari pabrikan yg berbeda, atau model yg berbeda dari pabrikan yg sama, bisa jadi memakai algoritma penyaringan filter yg tidak sama.

Penerapan HPF ( High Pass Filter ) 24-dB per oktaf Butterworth pada frekuensi 1.6 kHz dari dua perangkat DSP yg berbeda hasilnya mungkin akan berbeda juga ketika diukur. Perbedaan ini akan menghasilkan kinerja yg berbeda pula ketika dipakai untuk menggerakkan sistem speaker. Jadi, penting untuk mengukur nilai parameter hasil transfer function dari perangkat DSP yg nantinya akan dipakai memverifikasi  dan mengatur sistem untuk menghasilkan respon suara yg diinginkan.

Mulailah dengan parameter target transfer function dari unit speaker yg diterbitkan oleh pabrikan. Alternatifnya, jika kalian mengetahui model perangkat DSP yg dipakai oleh pabrikan saat menurunkan data pengaturan dari speaker buatan mereka , parameter parameter ini lalu dapat diprogram kedalam unit DSP dan diukur untuk mendapatkan nilai target transfer function.

Parameter parameter ini lalu bisa diperbandingkan dengan hasil pengukuran perangkat DSP yg akan kalian pakai.

Bahkan kalau tahap tahap tersebut belum dapat menyelesaikan masalah kalian, kalian tetap diuntungkan karena memiliki sebuah daftar parameter untuk membantu mempercepat proses memasukkan nilai nilai awal dalam mempersiapkan perangkat pemrosesan DSP sebelum dipakai.

Jika semua penyaringan all pass filter atau FIR (Finite Impulse Response) terpakai pada salah satu pita pass band, proses dapat menjadi sedikit lebih sulit karena respon fase harus disamakan secara independen mandiri

Jika ini merupakan kasus masalahnya, respon fase harus diteliti serta dipastikan kalau sudah sama dengan respon fase dari nilai target transfer function.

Jika jenis jenis pemrosesan audio ini tidak dipakai, maka respon dari saringan saringan filter ini akan menjadi fase minimum. Ini artinya respon fase akan mengikuti respon magnitude response, dan sebaliknya.

Mengaplikasikan waktud delay pada saluran keluaran suara juga perlu diperhatikan dengan seksama. Dianjurkan untuk diukur dan diverifikasi terlebih dahulu dalam ranah pewaktuan.

Prosedur berikut bekerja dengan cukup baik dalam hal menyamakan saluran keluaran DSP dengan nilai target transfer function :

1 Persiapkan alur sinyal dari unit DSP (jika memungkinkan) agar identik dengan yg akan dipakaikan pada sistem speaker utama.

2 Atur semua parameter ke nol supaya DSP menjadi segaris dengan konversi AD ( Analog – Digital ) dan DA ( Digital – Analog ). Ini perlu dilakukan agar waktu keterlambatan latency bisa diukur dan dikompensasikan secara akurat oleh sistem pengukuran.

3 Ukur setiap saluran keluaran audio dari perangkat DSP untuk memverifikasi bahwa semuanya mempunyai tingkat latency yg sama. Ini harus dilihat dari ranah waktu. Jika tingkat latency dari setiap saluran keluaran tidak sama, cek kembali semua saluran keluaran dan pastikan semua parameter pada posisi nol.

4 Gunakan tingkat latency yg terukur ini untuk mengatur waktu delay penerimaan dari sistem pengukuran agar tingkat latency waktu tidak muncul pada pengukuran transfer function selanjutnya. (Delay penerimaan disebut dengan TEF. Mungkin berbeda penamaannya pada platform lain.)

5 Atur parameter parameter DSP ke nilai nilai yg telah dispesifikasikan oleh pabrikan sound system.

6 Ukur setiap saluran keluaran dari perangkat DSP tanpa pengaturan jendela waktu untuk sistem pengukuran. Untuk hal ini jendela pengukuran elektrikal tidak dibutuhkan.

7 Bandingkan hasil pengukuran respon dari unit DSP dengan target transfer function pada setiap saluran keluaran. Jika kurvanya tidak sama, nilai nilai dari parameter didalam DSP harus disesuaikan sampai sama. Menyamakan kurva adalah hal yg penting.

Setelah disamakan, sistem speaker akan bekerja sesuai dengan spesifikasi aslinya ketika digerakkan oleh transfer function tersebut. Yg perlu juga dicatat adalah delay pass band individual (jika dipakai) akan menghasilkan sebuah respon fase yg bisa menurun dengan cepat pada frekuensi frekuensi yg lebih tinggi. Ini bisa dipakai untuk memastikan bahwa waktu delay terpasang dengan benar jika belum diverifikasi dalam ranah waktu.

Jika transfer function pabrikan tidak menyertakan ini didalam hasil pengukuran mereka, delay penerimaan untuk pita pass band tersebut harus dinaikkan nilainya. Dengan cara tersebut kalian secara efektif membuang waktu delay dari pengukuran transfer function.

Alternatifnya, waktu delay untuk setioap dari pita pass band bisa diatur ke posisi nol, sementara, selagi prosedur pengukuran diatas berlangsung. Dengan mengikuti prosedur ini , kalian dapat memperoleh data pengukuran magnitude dan respon fase yg benar dari perangkat pemrosesan sinyal audio digital DSP yg sedang diuji dan dapat diperbandingkan ke perangkat lainnya dengan prosedur yg sama.

Demikian bahasan artikel Teknik Menyelaraskan Sistem Pemrosesan DSP Untuk Mendapatkan Karakter Asli Sound System kita kali ini. Jika ada pertanyaan ,silahkan tanyakan dikolom komentar atau melalui DM. Klik tombol like , subscribe , share dan berikan review kalian jika tulisan ini bermanfaat bagi kalian. Salam PSS

Tagged : ,

Leave a Comment